
Assalamualaikum..
Bismillah. Ini adalah tulisan saya di blog setelah yang terakhir sekitar satu tahun yang lalu (mungkin lebih). Itu semua bukan lantaran saya sudah tidak senang menulis lagi, i love writing, write down my lifetime story make memories last longer. Aish.. ngga begitu yakin bahasa inggrisnya bener -___-
Post petama ini mungkin akan berkisah tentang mimpi-mimpi yang tertunda, sebagian orang lebih senang menyebut dengan impian, alasannya mimpi sama dengan bunga tidur, sedangkan impian adalah cita-cita. However, saya tetap lebih suka dengan kata mimpi.
Pada kenyataannya, saya adalah gadis yang 'menggunakan' mimpi sebagai obat. Obat stres. Iya, saya punya mimpi yang banyak dan menggebu untuk mencapainya ketika saya sedih. kecewa, terpukul, dan sebagainya. Dalam masa-masa buruk itulah saya baru ingat kalau saya punya mimpi dan menyadari kalau saya masih punya semangat untuk mencapainya. Kemudian saya akan membuat semacam storyline hidup saya sendiri. Merencanakan semuanya. Hingga kemudian ketika kebahagiaan datang menghampiri, semua itu cuma berhenti sampai perencanaan saja. Mengapa? Karena saya cukup nyaman dan bahagia dengan kondisi pada saat itu yang membuat diri saya melupakan rencana kebahagiaan yang akan saya ciptakan.
Langsung kesimpulan saja, karena saya masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan (iya, orang sibuk). Semua berhak menikmati hari bahagianya, meski pada kenyataannya hidup tidak melulu bahagia, namun tetap sadari semangatmu untuk menggapai bahagia di hari-hari selanjutnya.
keep saying Alhamdulillah..
Wassalamualaikum.
0 comments:
Post a Comment